Namanya Abdullah

Alhamdulillah segala puji bagi Alloh ‘azza wa jalla atas setiap nikmat yang Ia berikan. Di penghujung tahun 2017 (5 November 2017) ini Alloh anugerahkan kepada kami seorang anak lelaki. Bismillah, namanya Abdullah.

Abdullah siapa ? Abdullah aja. Panggilannya siapa ? Abdullah ^^

Semoga menjadi anak yang sholih, mentauhidkan Alloh dan menjauhi syirik, menjadi anak yang bertaqwa dan senantiasa berjalan diatas sunnah nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Aamiin.

 

Advertisements

Alhamdulillah Menikah, Menjaga Diri, Menjalankan Sunnah

Di sini saya mau cerita santai saja. Senyum.

Menikah, alhamdulillahi ‘ala ni’mati hadza. Segala puji bagi Alloh ‘azza wa jalla atas nikmat ini. Alhamdulillah saya menikah pada 19 Februari 2017 lalu. Bersyukur kepada Alloh subhanahu wa ta’ala atas segala proses perjalanan hidup sampai akhirnya dipertemukan dengan seorang muslimah di dalam ikatan pernikahan.

Sudah fithrohnya, akan ada masanya seorang lelaki/perempuan akan galau tentang pernikahan, tetapi menampakkan kegalauan akan hal tersebut, itu adalah pilihan.

Alhamdulillah saya (sepertinya) tidak terlalu menampakkan akan hal tersebut. Senyum.

Menikah, niat itu dan jalan ke arah tersebut semakin kuat pada pertengahan-menjelang akhir tahun 2016. Bismillah, ketika itu saya luruskan lagi niat sembari belajar terus, tentang tuntunan nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bagaimana mencari pendamping hidup dan menjalani kehidupan pernikahan.

Baik, saatnya mencari calon istri. Hmm, cari kemana?

Tidak ada pikiran lain saat itu, kecuali meminta bantuan teman-teman yang baik, orang-orang baik dan salah satu nya adalah meminta bantuan kepada ustadz kami -hafizhohulloh-. Beliau adalah ustadz yang kami belajar bahasa arab kepadanya. Ustadz sudah cukup sering guyon dan menyindir saya tentang pernikahan, dan alhamdulillah akhirnya saya meminta bantuan beliau untuk mencarikan calon istri untuk saya. Singkat cerita, saya sampaikan bahwa saya ingin menikah dan meminta bantuan kepada beliau untuk mencarikan calon istri.

Setelah itu apa ? Sabar.

Setelah itu Sabar. Menunggu kabar dari ustadz dan terus memperbaiki diri dan berdoa kepada Alloh ‘azza wa jalla. Akhirnya, Oktober 2016 saya di WA oleh ustadz dan diberitahu kalau ada seorang akhwat yang in syaa Alloh juga siap menikah dan mencari calon suami. Bismillah, pendek cerita hal ini saya follow up terus dan alhamdulillah pada tahapan awal sama-sama cocok. Melalui mediasi ustadz, kami ta’aruf, dan alhamdulillah lancar. Saya cocok, akhwat tersebut pun cocok. Waktunya tidak terlalu lama, seingat saya kira-kira sekitar 2 minggu-an. Alhamdulillah.

Tiba Waktunya Nazhor (Melihat calon istri sebelum menikah)

Ting! pagi itu tiba-tiba bunyi pesan WA masuk, ternyata dari ustadz. Beliau menanyakan kapan saya bisa nazhor. Si akhwatnya siap untuk di-nazhor. Itu terjadi kira-kira pada awal Desember 2016. Saya pun menyambut hal tersebut dan sore ba’da ashar nya saya datang ke rumah ustadz untuk berangkat sama-sama ke rumah sang akhwat untuk nazhor.

Deg-degan gak ? Lumayan. *Senyum*

Singkat cerita ana dan ustadz berangkat ke rumah sang akhwat. Di sana kami bertemu dengan Ibu, saudari dan saudara sang akhwat. Saya perkenalkan diri dan mencoba untuk mengobrol satu sama lain. Oh ya, di sana juga sudah ada sang akhwat nya. Yang agak bikin kaget, tiba-tiba ustadz pinjem kunci motor saya dan izin mau keluar sebentar. Mencoba untuk tetap tenang (padahal udah grogi banget) dan saya baru ngeh mengenai apa yang dilakukan ustadz. Jadi kebutuhan untuk nazhor kan kebutuhan saya sebagai pihak yang mau menikah, bukan kebutuhan beliau. Jadi beliau tidak mau melihat yang memang tidak butuh beliau lihat. Baarokallohu fiih.

Akhirnya tinggal saya sendirian (tidak dengan ustadz). Agak krik-krik beberapa saat, tapi alhamdulillah akhirnya sudah terlaksana, yaitu saya nazhor (melihat) sang akhwat tersebut dan kami saling bertanya beberapa hal untuk menguatkan keputusan kami masing-masing setelah itu. Setengah jam sebelum waktu maghrib tiba, kami pamit untuk pulang. Lega.

Selanjutnya Bagaimana Ustadz ?

Di perjalanan pulang, saya bertanya kepada ustadz. “Bagaimana selanjutnya ustadz ?”. Beliau menjawab, “Ya nanti in syaa Alloh ana akan tanyakan ke pihak akhwat, apakah cocok dan mau lanjut. Kalau purnama gimana?” Maka saya jawab,

In syaa Alloh cocok dan bersedia lanjut ustadz.

Ternyata ustadz tidak menunggu lama. Malamnya langsung ditanyakan ke pihak sang akhwat dan di-forward ke saya mengenai keputusan akhwat tersebut via WA. Dan alhamdulillah kami berdua sama-sama berkeputusan untuk lanjut ke pernikahan.

Tiba Saatnya Khitbah

Saya memutuskan untuk menikah dalam keadaan saya masih berstatus sebagai mahasiswa S2. Belum Thesis. Tapi bismillah, kami putuskan untuk menikah, menyempurnakan agama, menjalankan sunnah nabi dan dalam rangka ibadah. Tiba saatnya khitbah dan saya perlu untuk menyampaikan kabar tentang semua yang saya ceritakan di atas kepada orang tua. Iya, dari proses ta’aruf sampai nazhor, tidak saya ceritakan ke orangtua (tapi kayaknya ibu uda tahu, mungkin melihat “gerak-gerik” saya ya, naluri ibu kuat banget. he3).

Orangtua tidak saya beritahu, tapi secara umum ibu tahu kalau saya sudah mau menikah dan mencari istri. Kalau bapak, belum tahu. Singkat cerita, saya sampaikan ke orangtua begini dan begitu, dan Alhamdulillah respon mereka berdua positif dan senang, anaknya menikah.

Khitbah dilakukan pertengahan Desember 2016. Saya bersama orangtua datang ke kediaman sang akhwat untuk melamar. Acaranya alhamdulillah lancar. Dan pihak keluarga sang akhwat menerima lamaran tersebut. Alhamdulillah, Lega.

Persiapan Administrasi Nikah dan Walimatul ‘Ursy

Setelah Khitbah, kedua keluarga saling berkomunikasi untuk menentukan tanggal pernikahan. Sembari mengurus administrasi nikah ke KUA serta persiapan acara akad nikah dan walimatul ‘ursy. Diputuskan Acara tersebut dilaksanakan 19 Februari 2017. Ada waktu sekitar 2 bulan untuk mengurus semuanya. Alhamdulillah cukup lancar. Oh iya, dalam waktu 2 bulan itu juga saya gunakan untuk mencari tempat tinggal sendiri. Alhamdulillah Alloh mudahkan dapat tempat tinggal dekat masjid dan tempat kajian islam.

Menikah

19 Februari 2017 kami menikah. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush sholihat. Semoga pernikahan kami membawa keberkahan di dunia dan di akhirat. Semoga Alloh karuniakan anak-anak yang sholih dan sholihah. Semoga kita bisa sama-sama berjalan di atas sunnah.

Saya, Abu ‘Abdillah Purnama Anaking
Istri saya, Ummu ‘Abdillah Arif Bibarkati

Mengucap syukur kepada Alloh ‘azza wa jalla, dan berterima kasih kepada,

  • Kedua orangtua saya, Bapak Yusda Rahman & Ibu Setiati -hafizhohumalloh-
  • Kedua mertua saya, Bapak Muhammad Khodim & Ibu Anik Karyani -rohimahumalloh-
  • Ustadz saya, Ustadz Ahmad Zaki Husni -hafizhohulloh-
  • WO Syar’i Azyan Wedding
  • Dan Semua pihak dan teman-teman yang membantu kami dalam doa.

Jazaahumullohu khoiron..

Setting Virtual Host XAMPP untuk URL Cantik Aplikasi Laravel

Kali ini saya akan menulis tentang bagaimana membuat URL yang cantik ketika kita sedang membangun aplikasi web berbasis framework Laravel. Atau pada dasarnya hal ini bisa kita lakukan untuk aplikasi berbasis web berbasis framework yang lain, seperti Codeigniter, dan lain-lain.

URL Cantik Laravel dengan Virtual Host XAMPP pada Mac

By the way, kembali ke topik. Pada laravel, URL default yang biasa diakses adalah,

http://localhost/laravel/public/

Bisa kita lihat bahwa selain ada tulisan locahost, di sana juga ada tambahan /public. Nah kita bisa mengganti URL yang demikian dengan URL cantik dan sederhana, sehingga menjadi cukup,

http://local.laravel.com

atau URL simple apapun lainnya yang kamu mau. Mau tahu caranya membuat URL Cantik Laravel dengan Virtual Host XAMPP pada Mac ?

Seperti yang disebutkan pada judul artikel ini, bahwa kita akan menggunakan XAMPP sebagai paket aplikasi yang men-handle web server untuk aplikasi laravel kita. Maka kita bisa menggunakan Virtual Host pada XAMPP untuk melakukan hal ini. Secara garis besar, ada 3 hal yang perlu kita lakukan:

  1. Edit file httpd.conf untuk meng-include-kan file virtual host.
  2. Tambahkan kode virtual host pada httpd-vhost.conf untuk membuat entry point virtual host.
  3. Edit file hosts untuk membuat virtual host yang telah dibuat dapat berjalan ketika diakses melalui browser.

1. Edit File httpd.conf pada XAMPP

Langkah pertama adalah buka terminal. File httpd.conf berada pada /Applications/XAMPP/etc/httpd.conf. File ini by default tidak dapat diedit kecuali dengan akses root, maka kita dapat membuka menggunakan sudo. Kita menggunakan aplikasi nano untuk membuat file tersebut, maka ketikkan code berikut pada terminal.

sudo nano /Applications/XAMPP/etc/httpd.conf

Uncomment baris berikut,

Include etc/extra/httpd-vhosts.conf

Lalu simpan file httpd.conf.

2. Buat Virtual Host pada XAMPP

Sekarang kamu butuh untuk membuka file httpd-vhost.conf pada /Applications/XAMPP/etc/extra/httpd-vhosts.conf. Sama seperti pada langkah di atas, buka terminal lalu ketikkan perintah berikut.

sudo nano /Applications/XAMPP/etc/extra/httpd-vhosts.conf

Comment atau hapus seluruh code contoh yang ada pada file tersebut dan tambahkan kode seperti di bawah ini, agar http://locahost tetap berjalan dengan baik/dapat diakses.

<VirtualHost *:80>
 DocumentRoot "/Applications/XAMPP/xamppfiles/htdocs"
 ServerName localhost
</VirtualHost>

Kemudian kita tambahkan virtual host kita dengan memasukkan code baris berikut ini pada file httpd-vhost.conf tersebut.

<VirtualHost *:80>
 DocumentRoot "/Applications/XAMPP/xamppfiles/htdocs/laravel/public"
 ServerName local.laravel.com
 ServerAlias local.laravel.com
</VirtualHost>

lalu simpan file httpd-vhost.conf.

3. Edit File host pada Mac OS

Buka terminal, lalu ketikkan perintah berikut ini.

sudo nano /etc/hosts

Pada akhir baris code pada file tersebut, tambahkan kode di bawah ini,

127.0.0.1 local.laravel.com

Simpan file hosts, kemudian gunakan XAMPP Control Panel / Manager-OSX untuk me-restart service apache.

Uji Coba Akses URL Cantik Laravel dengan Virtual Host XAMPP pada Mac melalui Browser

Jika langkah-langkah di atas telah kamu lakukan, maka sekarang saat kita melakukan ujicoba URL cantik nya. Buka browser kemudian ketikkan http://localhost. Selanjutnya ketikkan http://local.laravel.com. Lihatlah bagaimana akses localhost masih tetap berjalan dan kamu mendapatkan akses aplikasi Laravel kamu dengan URL cantik local.laravel.com.

Demikian, selamat mencoba dan semoga bermanfaat untuk kamu yang suka dengan yang cantik. URL Cantik maksudnya.

Pada prinsipnya langkah-langkah ini juga bisa kamu terapkan di sistem operasi windows ataupun linux. Hanya ada sedikit perbedaan dari letak file-file yang terkait saja. Silakan kamu juga bisa tonton screencast di bawah ini biar bisa kebayang bagaimana implementasinya secara langsung.

Simple Drag and Drop Image Upload

Kali ini sekedar mau share tentang trik yang cukup simple dalam membuat sebuah fitur kecil yang biasa dibutuhkan di dalam sebuah form pada sebuah aplikasi. Fitur kecil ini namanya Drag and Drop Image Upload. Sebuah fitur yang memberikan user experience melakukan drag dan drop file gambar untuk menguploadnya di dalam sebuah form aplikasi.

Dalam membuat fitur Drag and Drop Image Upload ini kita cukup menggunakan HTML, CSS, jQuery dan code javascript yang sederhana. Dan bahkan kita tidak perlu menggunakan AJAX request untuk melakukan upload file gambarnya ke server. Karena coba deh kalau kamu cari contoh-contoh plugin atau script-script di internet, kebanyakan solusi uploadnya menggunakan AJAX request. Nah, kali ini justru kita mau membuat tanpa AJAX request dan menggunakan submit form biasa. Its so simple.

Yang mau lihat penampakan hasil akhirnya bisa lihat gambar di bawah ini.

Simple Drag and Drop 1

Setelah di Drag & Drop,

Simple Drag and Drop 2

Inti dari trik di sini ada 3 hal:

  1. Bagaimana kita memperlebar area <input type="file" />dan membuatnya tidak terlihat dengan menggunakan code CSS. Kenapa begitu ? karena basically tag input dengan type file milik HTML pun bisa menangkap file yang kita drag ke UI input tersebut.
  2. Menyiapkan area div untuk menampilkan / preview file image yang akan diupload.
  3. Code javascript untuk membaca stream file image dan memasukkannya ke object FileReader.

Dengan melakukan 3 hal di atas maka hakikatnya kita seperti menggunakan <input> tag biasa dalam sebuah form. Implementasi yang sangat mudah semisal kamu sudah memiliki sebuah form yang menggunakan action submit biasa dan mau menambahkan fitur kecil ini ke dalam form kamu. Kamu tinggal meletakkan <input type="file" /> ini dan tidak perlu mengubah mekanisme submit form sama sekali. Jangan lupa menyisipkan CSS dan Javascript nya tentunya.

Buat kamu yang mau mencoba langsung bisa juga clone di Github ini. Jangan lupa install file-file dependency juga ya, bisa pakai command NPM atau Yarn. Buat kamu yang lihat demo hasil akhir dari source code di atas, silakan bisa lihat di video screencast di bawah ini.